Forum Game

Minggu, 12 Mei 2013

EA Tak Mau Lagi Bayar Lisensi Senjata

http://images.detik.com/content/2013/05/10/654/gbr1_1.jpg
BrotherhoodNews" - Hingga saat ini diketahui EA telah menelurkan hingga puluhan game perang yang dapat dirasakan oleh gamer di seantero dunia. Namun siapa sangka bila selama ini ternyata EA diwajibkan membayar lisensi atas model senjata yang merka pakai dalam game besutannya.

Namun kini publisher game yang berpusat di AS tersebut dikabarkan tak ingin lagi membayar lisensi yang selama ini dibebankan kepadanya. Meski begitu, EA memastikan masih akan tetap mengusung model senjata asli dalam game garapannya.

"Kami memiliki sudut pandang sendiri. Dalam contoh, sebuah buku tidak diwajibkan membayar saat menggunakan kata 'Colt' didalamnya", Ucap Frank Gibeau, Presiden EA seperti dilansir Reuters.

Kabarnya EA telah berusaha melegalkan keputusannya tersebut secara hukumberdasarkan atas konstitusi kebebasan berbicara. Pada tuntutannya, EA merasa tidak wajib membayar karena memang tidak ada senjata tanpa lisensi yang secara fisik digunakannya dalam game.

Alasan kuat EA melakukan hal tersebut diduga karena sebuah tuntutan yang sebelumnya dilayangkan oleh sebuah perusahaan pembuat pesawat terbang. Ya, sebelumnya EA sempat dituntut lantaran menggunakan model pesawat serupa dalam game Battlefield tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Spek Tak Mendukung, EA Abaikan Wii U

Brotherhood news"  Sepertinya niat Nintendo menghadirkan game 'berat' generasi baru pada konsol barunya Wii U akan mendapat rintangan, salah satunya datang dari EA. Publisher game yang berpusat di AS tersebut mengatakan salah satu engine game andalannya, Frostbite 3, tak mampu berjalan optimal pada Wii U.

Kabarnya EA telah melakukan sejumlah pengujian agar Frosbite 3 dapat dijalankan pada Wii U. Namun hasil yang di luar ekspektasi akhirnya harus memaksa EA untuk mengurungkan niatnya menghadirkan game berbasis Frosbite 3 pada Wii U.

“Game berbasis engine game Frostbite 3 tidak akan pernah hadir pada platform Wii U," ucap Johan Anderson, Direktur Teknik DICE melalui akun Twitter seperti dikutip dari Tomshardware, Senin (13/05/2013).

"Kami telah melakukan sejumlah tes dengan hasil yang kurang menjanjikan, Karena itu akhirnya kami memutuskan untuk tidak menghadirkannya pada platform Wii U,” tambahnya.

Dengan begitu, game terbaru yang dipastikan akan menggunakan engine game Frostbite 3 seperti sekuel terbaru Mass Effect, Battlefield 4, hingga Star Wars mungkin tidak akan dapat dirasakan oleh gamer pengguna Wii U.

Tentunya hal tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi Nintendo. Karena seperti diketahui, selain EA telah banyak pengembang game yang kini berlomba-lomba hadirkan engine game generasi-baru pada sejumlah game garapannya.

Ditambah lagi, Sony dan Microsoft siap menjegal menggunakan PlayStation 4 dan XBox 720 Infinity 'Durango' yang tidak lama lagi akan diluncurkan.

Kamis, 18 April 2013

Perhatian.....!!!!!

Berhubung banyaknya kasus penipuan.kami dari pihak Brotherhood355.blogspot.com tidak pernah membuka cabang dimanapun baik di medan maupun di luar medan. kami tidak membuka toko kalaupun ada toko itu hanya kerjasama dalam hal data game. Jadi buat kalian kalau ada yang ngaku - ngaku dari kami segera hubungi nomor saya untuk di klarifikasi dan sudah tertera di blog ini.

Sabtu, 13 April 2013

Dell Hadirkan Versi Murah Alienware X51 Gaming System


Dell memperluas ekspansi perangkat gaming system mereka, Aliwnware X51, dengan menghadirkan versi baru dari perangkat tersebut yang mengusung harga lebih murah dari versi awal yang ditawarkan! Versi baru tersebut akan mengusung opsi penggunaan sistem operasi Ubuntu dan akan ditawarkan mulai dari harga US$ 599.
Tidak ada perubahan spesifikasi berarti yang ditawarkan Dell dalam versi murah Alienware X51 tersebut. Sejumlah opsi spesifikasi yang telah diperkenalkan sejak awal kemunculan gaming system tersebut masih tersedia dalam versi murah ini, seperti prosesor Core i3-3220, Core i5-3330, dan Core i7-3770; graphics card berbasis NVIDIA GT645 dan GTX660; serta storage hingga kapasitas 2 TB. Satu hal yang berbeda hanyalah tersedianya opsi untuk menggunakan sistem operasi Ubuntu.
Untuk Alienware X51 dengan Ubuntu, Dell menjamin kompatibilitas perangkat tersebut terhadap sistem operasi yang digunakannya tersebut. Selain itu, Dell juga mendorong para pengguna Alienware X51 untuk memanfaatkan kemampuan gaming perangkat tersebut secara maksimal dengan menggunakan bantuan sistem distribusi game online terkemuka, Steam. Steam sendiri memang telah hadir di sistem operasi Ubuntu sejak beberapa bulan lalu.
Selain bertujuan untuk mendorong penjualan perangkat Alienware X51, langkah Dell dalam meluncurkan versi murah perangkat gaming system tersebut dengan sistem operasi berbasis Linux juga menunjukkan komitmen perusahaan tersebut dalam mendorong Linux untuk berbagai kebutuhan. Sayangnya, Alienware X51 dengan opsi penggunaan sistem operasi Linux tersebut baru akan ditemui di Amerika Serikat saja dalam waktu dekat ini.

Peluncuran Konsol China – iSec Tertunda


Brotherhood355 news" Impian warga China untuk segera mencicipi kemampuan iSec, konsol khusus dibuat untuk negara tersebut, harus tertunda. Pihak pengembang iSec, Beijing Eedoo Technology, mengumumkan bahwa mereka masih membutuhkan banyak waktu untuk menyempurnakan konsol tersebut. Waktu peluncuran konsol yang pengembangannya didanai oleh Lenovo tersebut terpaksa harus dimundurkan.

Perwakilan pihak Beijing Eedoo Technology, Victor Wang, menyatakan bahwa iSec masih membutuhkan banyak hal agar bisa mendapatkan tempat di hati penduduk China. Hingga saat ini, tim pengembang masih merasakan konsol tersebut kurang memiliki kekuatan untuk menjalankan berbagai hal yang sudah dijanjikan selain tentunya bermain game, seperti berselancar di Internet, memutar film, hingga karaoke. Karena hal tersebut, konsol yang semula dijadwalkan akan dirilis di akhir tahun 2011 ini, terpaksa ditunda ke tahun 2012 nanti, tanpa ada waktu pasti perilisan.
Namun, masalah yang harus dihadapi Beijing Eedoo Technology tampaknya tidak berhenti sampai di situ. Mereka mengkhawatirkan harapan masyarakat China yang sudah terlalu tinggi terhadap konsol tersebut untuk mendekati kemampuan yang diberikan konsol-konsol besar akan berujung kekecewaan. Jack Luo, CEO dari Beijing Eedoo Technology bahkan harus terus mengingatkan warga China bahwa iSec hanya konsol game kelas menengah yang tentunya tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan game-game kelas berat.
iSec adalah konsol dengan teknologi motion control menyerupai Kinect milik Xbox 360 yang khusus dikembangkan untuk China. Selama ini, China memang tidak mengijinkan konsol besar seperti Sony PlayStation 3, Microsoft Xbox 360, dan Nintendo Wii untuk dijual di negara mereka. iSec, yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan di China, merupakan angin segar bagi gamers di China yang sudah mengharapkan kedatangan konsol untuk menyalurkan hasrat bermain game mereka. Sayangnya, harapan mereka untuk mencicipi konsol yang akan dipasarkan seharga 3000 Yuan tersebut harus tertunda beberapa saat.